Arsiy

Arsiy

Follow

Senin, 15 Maret 2010

PARE SEBAGAI ANTI AIDS DAN ANTI DIABETES

Selama ini kencing manis bukan merupakan turunan dan menyerang usia tua. Namun sekarang banyak juga diderita oleh anak-anak dan remaja. Penyebabnya lantaran kurang gerak dan menu makanan yang cenderung kebarat-baratan. Kencing manis tergolong panyakit menahun dimana tubuh perlu ditunjang agar insulin yang membantu memasukkan gula ke dalam sel dapat mencukupi jumlah dan fungsinya. Untuk itu diperlukan tambahan obat maupun insulin. Selama insulin tubuh hanya mampu memadai dengan bantuan obat atau tambahan suntikan insulin maka tubuh penderita bergantung obat sepanjang hidup.
Buah pare mulanya dipakai sebagai tonikum, obat cacing, obat batuk, antimalaria, sariawan, penyembuh luka serta penambah nafsu makan. Kemudian diketahui pula bahwa buah pare berefek menurunkan kadar gula darah. Untuk menemukan kandungan zat berkhasiat lain dalam buah pare dilakukan banyak riset. Dan diketahui pula manfaatnya sebagai anti-kanker, anti-infeksi, serta anti-virus HIV yang terletak pada kandungan proteinnya.
Selain itu diduga pare memiliki komponen yang menyerupai sulfonylurea yaitu obat anti-diabetes paling banyak dipakai. Obat jenis ini menstimulasi sel beta kelenjar pancreas tubuh yang memproduksi insulin lebug banyak, disamping juga meningkatkan cadangan gula di hati.
Namun pemakaian dosis pare yang berlebihan perlu dipertimbangkan apalagi jika penggunaannya digabung dengan obat anti-diabetes dari dokter. Penggunaan pada ibu hamil, anak-anak, dan orang yang kadar gulanya rendah juga tidak dianjurkan karena dapat membahayakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar