Arsiy

Arsiy

Follow

Minggu, 28 Februari 2010

TUJUAN KESELAMATAN KERJA

  • Dengan memberikan keamanan bagi karyawan
  • selalu menyediakan alat2 pemadam kebakaran di setiap sudut ruangan dan mengurangi terjadinya kebakaran
  • menyediakan tangga darurat
  • memberikan pertolongan pertama kepada orang yang sudah tua dan sedanga hamil
  • menggunanakn kaca film disetiap ruangan
  • karyawan yang sakit harus memakai masker agar penyakitnya tidak menular

Sabtu, 27 Februari 2010

Deklarasi Array dalam bahasa pemprograman

a. Deklarasi array 1 dimensi

Bentuk umum dari deklarasi tipe array adalah :

type pengenal = array [tipe_index] of tipe;

dengan pengenal : nama tipe data
tipe_index : tipe data untuk nomor index
tipe : tipe data komponen

Parameter tipe_index menentukan banyaknya komponen array tersebut. Berikut contoh dari deklarasi :

type vek = array [1…..100] of integer;

menunjukkan bahwa vek adalah nama-pengenal/variabel yang berupa array yang komponennya bertipe integer dan banyaknya 100 buah.
Deklarasi yang demikian ini disebut deklarasi array dimensi satu, yang disebut vektor.

2.deklarasi array 2 dimensi

type tabel = array [1..3, 1..4] of real;
tabel(3,4)
artinya terdapat variabel yang bernama tabel yang di deklarasikan sebagai array dimensi dua dengan jumlah maksimal barisnya = 3 dan kolom = 4; serta tipe komponen datanyaadalah real.

c. Deklarasi array 3 Dimensi

type tabel = array [1..3, 1..4] of real;
tabel(3,4)
artinya terdapat variabel yang bernama tabel yang di deklarasikan sebagai array dimensi dua dengan jumlah maksimal barisnya = 3 dan kolom = 4; serta tipe komponen datanyaadalah real.

LINEAR LIST

    Linear List adalah suatu struktur data yang merupakan himpunan terurut. Misal didefinisikan  suatu linear list A yang terdiri atas T buah elemen sebagai berikut :
        A = [a1, a2, .........., aT]

Jika T = 0, maka A dikatakan sebagai “Null List”.
Suatu elemen dari sembarang posisi pada linear list A dapat dihilangkan. Sebaliknya, suatu elemen baru dapat dimasukkan ke dalam list dan dapat menempati sembarang posisi pada list tersebut. Jadi suatu linear list dapat berkurang atau bertambah setiap saat.

PEMETAAN KE STORAGE

MAPPING KE STORAGE
  • INTEGER

Bentuk mapping ke storage dari integer dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : 1. Skema Sign dan Magnitude 2. Skema One's Complement 3. Skema Two's Complement
m SKEMA SIGN AND MAGNITUDE
Cara ini merupakan bentuk konvensional yang digunakan manusia untuk menyatakan suatu bilangan dalam bentuk biner. Di sini representasi bilangan positif dan negatif hanya dibedakan dengan tanda saja. Biasanya tanda positif atau negatif ditunjukkan oleh digit terdepan dari bentuk binernya, untuk representasi dengan jumlah digit tertentu.

SKEMA TWO'S COMPLEMENT DAN ONE'S COMPLEMENT


Kedua skema ini merupakan cara yang digunakan untuk mengatasi kesulitan yang telah disebutkan di atas. Diberikan bilangan integer non negatif X, X' dan R. Didefinisikan bahwa X' adalah komplemen dari X relatif terhadap R, jika
X + X' = R
. X disebut sebagai bentuk true, sedangkan
X' = R - X
disebut bentuk komplemen. Bentuk komplemen X' = R - X menyatakan bilangan integer negatif X. Sedangkan bentuk true X menyatakan integer positif X.

DEKLARASI STACK PADA BAHASA PEMROGRAMAN

     Dalam bahasa pemrograman, untuk menempatkan stack biasanya digunakan sebuah array. Tetapi perlu diingat di sini bahwa stack dan array adalah dua hal yang berbeda. Misalkan suatu variabel S adalah sebuah stack dengan 100 elemen. Diasumsikan elemen S adalah integer dan jumlah elemennya maksimum adalah 100 elemen. Untuk mendeklarasikan stack dengan menggunakan array, harus dideklarasikan pula variabel lain yaitu TOP_PTR yang merupakan indeks dari array. Variabel TOP_PTR ini digunakan untuk menyatakan elemen yang berada pada posisi TOP dalam stack tersebut. Selanjutnya gabungan kedua variabel ini diberi nama STACK_STRUCT. Kemudian didefinisikan bahwa :

            NOEL(S) = TOP_PTR
            ISEMPTY(S) = TRUE, jika TOP_PTR = 0 dan
                                        FALSE, jika TOP_PTR > 0.

Maka bentuk deklarasinya dalam PASCAL adalah :

            TYPE Stack_Struct = Record
                                       Stack   : array[1..100] of integer;
                                       TopPtr : integer;
                                   End;
            VAR S : Stack_Struct;

Selanjutnya, untuk keperluan operasi PUSH dan POP harus dibuat suatu prosedur tersendiri, yaitu :




            PROCEDURE PUSH(Eon : integer);
            Begin
                If (S.TopPtr < NoelMax) Then Begin
                                    S.TopPtr := S.TopPtr + 1;
                                    S.Stack [S.TopPtr] := Eon
                                        End
                                Else Overflow_Condition
            End;

            PROCEDURE POP(Eoff : integer);
            Begin
                If (S.TopPtr > 0) Then Begin
                                Eoff := S.Stack[S.TopPtr];
                                S.TopPtr := S.TopPtr - 1
                                     End
                            Else Underflow_Condition   
            End;

Catatan :
Overflow adalah suatu keadaan di mana kita melakukan operasi PUSH terhadap stack dalam keadaan penuh. Underflow adalah keadaan di mana kita melakukan operasi POP terhadap stack kosong. Eon adalah elemen yang akan dimasukkan ke dalam stack dan Eoff adalah elemen yang akan dikeluarkan dari dalam stack.

DEFINISI STACK dan OPERASI DASAR PADA STACK

DEVINISI STACK

Stack adalah suatu bentuk khusus dari linear list di mana operasi penyisipan dan penghapusan atas elemen-elemennya hanya dapat dilakukan pada satu sisi saja yang disebut sebagai “TOP”.
Misal diberikan Stack S sebagai berikut :
    S = [ S1, S2, .........., ST ]   à maka TOP(S) = ST.

    Untuk menunjukkan jumlah elemen suatu stack digunakan notasi NOEL. Dari stack di atas, maka NOEL(S) = T. Selanjutnya, jika diberikan sebuah stack S = [A,B,C,D].

OPERASI DASAR PADA STACK

    Ada empat operasi dasar yang didefinisikan pada stack, yaitu :
    1. CREATE(stack)
    2. ISEMPTY(stack)
    3. PUSH(elemen,stack)
    4. POP(stack)
  • CREATE
    Operator ini berfungsi untuk membuat sebuah stack kosong dan didefinisikan bahwa :
NOEL(CREATE(S)) = 0 dan TOP(CREATE(S)) = null
                       
  • ISEMPTY
    Operator ini berfungsi untuk menentukan apakah suatu stack adalah stack kosong. Operasinya akan bernilai boolean, dengan definisi sebagai berikut :
        ISEMPTY(S) = true, jika S adalah stack kosong
                        = false, jika S bukan stack kosong
    atau
        ISEMPTY(S) = true, jika NOEL(S) = 0
                        = false, jika NOEL(S) ¹ 0

    Catatan :    ISEMPTY(CREATE(S)) = true.

  • PUSH
    Operator ini berfungsi untuk menambahkan satu elemen ke dalam stack. Notasi yang digunakan adalah :

        PUSH(E,S)

    Artinya : menambahkan elemen E ke dalam stack S.

    Elemen yang baru masuk ini akan menempati posisi TOP.
     Jadi : TOP(PUSH(E,S)) = E.
    Akibat dari operasi ini jumlah elemen dalam stack akan bertambah, artinya NOEL(S) menjadi lebih besar atau stack menjadi tidak kosong (ISEMPTY(PUSH(E,S)) = false).
 
  •  POP
    Operator ini berfungsi untuk mengeluarkan satu elemen dari dalam stack. Notasinya :
            POP(S)

    Elemen yang keluar dari dalam stack adalah elemen yang berada pada posisi TOP. Akibat dari operasi ini jumlah elemen stack akan berkurang atau NOEL(S) berkurang dan elemen pada posisi TOP akan berubah. Operator POP ini tidak dapat digunakan pada stack kosong, artinya :

            POP(CREATE(S)) = error condition

Catatan :    TOP(PUSH(E,S)) = E

Definisi RECORD

Sebuah record merupakan koleksi satuan data yang heterogen, yakni terdiri dari berbagai type. Satuan data tersebut sering disebut sebagai field dari record. Field dipanggil dengan menggunakan namanya masing-masing. Suatu field dapat terdiri atas beberapa subfield. Sebagai Contoh, data personalia dari seorang pegawai suatu perusahaan di Amerika Serikat,merupakan sebuah record yang dapat terdiri dari berbagai field, dan subfield seperti berikut ini:

1. NOMOR-JAMINAN-SOSIAL
2. NAMA, yang terdiri atas:
    NAMA-BELAKANG
    NAMA-DEPAN
    NAMA-TENGAH
 
3. ALAMAT, terdiri atas:
     JALAN
     NOMOR RUMAH
     NAMA-JALAN
     KOTA
     NEGARA-BAGIAN
     KODE-POS